- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

Ngebrew Manual Teh Cap Botol by Milk Jug & V60

Awal pekan yang lalu -cpr- sudah nyoba untuk ngebrew teh merk Gardoe, untuk postingan yang lalu bisa dibaca ditautan di bawah ini.


Kali ini Mimin mau nyoba stok teh brand yang lain, yang sebelumnya sudah -cpr- beli untuk dicobain, dimana perbedaannya. Karena jujur saja selama ini Mimin sulit membedakan mana teh yang enak, atau membedakan karakter teh satu dengan yang lain, kecuali teh yang memang berbeda, misalnya teh biasa dengan teh yang dicampur melati / jasmine.


Teh yang kali ini mau Mimin seduh ada dari brand Cap Botol, dikenal sebagai Teh Cap Botol. Mengenai informasi teh ini bisa bisa dibaca ditautan di awal paragraf ya, baca saja di tautan itu.

Kalau melihat dari karakter daun tehnya, teh merk ini dikemas dalam kondisi rajangan lebih kecil dibandingkan dengan teh brand sebelumnya yang Mimin coba (baca: Teh Gardoe).


Alat yang Mimin butuhkan kali ini:
# Milk Jug
# V60, ini alat bantu menyaring teh ke teko kecil.
# Sendok, ini alat bantu untuk mengaduk saat brewing.
# Teko air panas
# Teko saji
# Mug bening


Bahan² yang Mimin butuhkan pastinya Teh Cap Botol dan gula batu butuh 25-30 gram.

Proses penyajian:
#1 Teh yang mau mimin gunakan ditaruh dilepek maklum untuk keperluan dokumentasi untuk bedakan karakter daun tehnya, lalu Mimin masukan ke milk jug.

#2 Sebelumnya Mimin sudah panaskan air hingga mendidih, suhu yang saya gunakan sebenarnya saat 90°C untuk ngebrew si teh nya.

#3 Brew perlahan teh dengan air panas tadi, lalu aduk hingga rata. Setelah rata lalu masukan teh dengan disaring dulu ampasnya supaya tidak masuk ke teko saji.

#4 Teh siap dinikmati, dengan atau tanpa gula.


Untuk aroma teh yang pertama kali dicium saat ngebrew dimilk jug, aromanya adalab wangi teh, itu pasti. Padahal teh ini adalah teh jasmine / melati, tapi gak begitu kecium wangi melatinya, komposisinya kayanya hanya 25% melati.

Warna teh hasil brew nya tidak pekat, seperti yang bisa dilihat divideo.

Teh ini memang punya 'karakter' tapi entah apa, Mimin sulit jelaskannya, tapi emang ada beda sedikit dengan teh sebelumnya (baca: Teh Gardoe). After tastenya ini lebih berasa dipangkal tenggorokan gitu, entah pahit atau apa ya. Entah ini karena pengatuh gula batu nya atau memang karakter tehnya.

Mimin tidak bisa banyak berkomentar karena ya keterbatasan saya soal teh, mungkin dengan seiring saya nyobain merk² teh lain, bisa membuat perbendaharaan rasa soal teh lebih banyak, sehingga bisa membedakannya dengan lebih cepat.

Sebagai membantu catatan ini, Mimin share juga video yang Mimin upload di channel YouTube, Naturality Channel buat menyimpan dokumentasi kekenangan.


Segitu saja sharing dari Mimin, semoga bisa menambah postingan dichannel ini. Salam untuk sobat gaksukalapar.id. SSDK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox