- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

Nyeduh Kopi Tubruk Indocafe Creamer

Bingung ya beberapa hari ini ngopi espresso terus, ingin juga nyoba kopi dengan cara penyajian lain. Sebenarnya gak lain sih, karena ini adalah penyajian yang umum biasa kalau bikin kopi tanpa ribet.

Takar bubuk kopi digelas atau dicangkir dengan takaran kira², lalu siram dengan air panas, bisa air mendidih, lalu tambahkan gula sesuai selera dan tanpa takaran tertentu, hasilnya ya sudah ngopi gitu aja.

Saya malam ini mau buat seduhan kopi tubruk Creamer by Indocafe. Tampilannya seperti yang tertampil di bawah ini.


Bagaimana proses pembuatannya, bisa simak postingan saya kali ini.

Nah sejak saya ada mainan baru, minum kopi jadi ribet memang hahaha 😁.

Kalau kata teman saya, kalau saya lagi mau ribet begini biasanya ada something. Hmm, biasanya lagi gebet cewe atau ada sesuatu nambah ilmu untuk lagi pedekate dsb.

Tapi ternyata bisa saya pastikan teman saya ini salah. Gak ada lagi cara² seperti itu, cukup itu saja dan gak akan lagi. Kali ini saya lagi ngulik kopi karena memang ingin dan saya mau melatih sensitifitas terhadap kafein, supaya kafein berfungsi saat saya berkendara mobil jarak jauh guna mengurangi kantuk.


Back to topik post kali ini. Untuk bahan² yang saya butuhkan untuk buat kopi tubruk ini, saya masih pakai stok kopi yang saya punya, Indocafe fine blend, basisnya jenis arabica. 


Untuk persiapan bisa dilihat didokumentasi di bawah ini. Sekalian ini memanfaatkan teko ajaib yang baru kemarin datang.

Oh ya, untuk takaran kopinya, saya gunakan 8 gram bubuk kopi fine blend punya Indocafe. Kemudian saya tambahkan sedikit gula ya, karena biar gak asam² pahit, jadi biar ada manis² nya sedikit. Gulanya saya takar 10 gram juga.

Biasanya kalau buat espresso dimoka pot ditakaran 10 gram, 12 gram hingga 18 gram, dan disajikan digelas yang sama. Hanya kali ini penyajian dengan cara ditubruk pastinya akan berikan sensasi berbeda dong. Itu kenapa mau saya buktikan.

Takaran gula sendiri biasanya kalau pas bikin espresso sudah cukup manis ya, 5 gram itu kurang manisnya, kalau 10 gram itu pas untuk yang terlalu suka manis. Sekarang mau buktikan kalau ditubruk apakah dengan takaran sama akan berikan manis yang hampir sama?

Oh ya, untuk air panasnya ini saya panaskan diteko ajaib, sampai suhu 100°C gitu deh, lalu kemudian saya seduh ke gelas saji, sebanyak kurang lebih 140-141 ml. Ngikutin gelasnya sih.


Hasilnya bagaimana?


Amazing sih ya, dengan cara ditubruk gini malah bikin creama nya banyak dan lebih bertahan lama dibandingkan dengan saat saya buat espresso. Bisa kelihatan kan divideo di atas saat saya lagi nyeduh kopinya.

Lihat itu creama nya, dengan ketebalan kopinya yang legam, beda banget saat takaran yang sama dibuat espresso dengan moka pot.

Tampilan di atas itu adalah hasil tubruk sebelum saya berikan Creamer dari Indocafe, tampilannya cantik gitu.

Sempet saya cicipi, hmm khas arabica nya terasa, asam² nya. Dan terbukti bahwa gulanya 'kalah'. Mungkin ya, kalau untuk tubruk takaran gulanya harus lebih banyak jika mau ada manis² nya. Taste lainnya saya rasakan itu seperti ada coklat² gitu sih.

Lalu karena tujuan postingan kali ini adalah buat kopi tubruk creamer, maka saya tambahkan creamer sebanyak 5 gram, hasilnya ya seperti yang tertampil pada gambar pertama tadi, itulah hasilnya.

Efek warna kopi setelah dicampur creamer jadi agak coklat, ya hitam kecoklatan, padahal ya dikit saja dicampur. Soal creamer kan balik lagi ke selera y.

Begitulah kira² ya sharing dari saya malam ini, nyeduh kopi tubruk creamer, ya dengan sering nyoba kan jadi tahu karakter teknis pembuatan dengan cara ini menghasilkan ini, lalu kemudian takaran sekian menghasilkan taste begini.

Unik sekali sih untuk nyajikan kopi ini. Mau simpel bisa, mau ribet ya bisa tergantung bagaimana kita, yang jelas buat kopi itu ternyata ada seninya.

Sampai jumpa dipostingan saya lainnya, sumbangan untuk gaksukalapar.id. Siapa tahu ada sobat gaksukalapar.id lebih memahami soal ngulik nyeduh kopi bisa bantu saya komentar di bawah, supaya saya bisa dapat pelajaran gitu, maklum ini hanya iseng² buat untuk dinikmati sendiri. Mohon bantuannya untuk suhu² kopi yang mungkin pas lagi mampir ke postingan ini.

Happy cooking and happy brewing, sobat gaksukalapar.id. -cpr-

1 komentar:

  1. Sedikit tambahan ya, karakternya kopi Indocafe ini itu kopi tanpa ampas ya. Waktu ketika buat kopi via mokapot saja itu sedikit sekali meninggalkan ampas, bahkan tidak ada. Beda dengan Kapal Api Signature.

    Oh ya lalu khas taste arabica nya berasa sekali sih.

    Tapi itu sih testimoni dari saya yang amatiran ini. Mungkin ada yang lain, pernah coba bisa ikut nambah dikomentar.

    BalasHapus

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox