- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

Kenapa Tukang Nasi Goreng Umumnya Laki²

Sekali-kali mimin ngepost sesuatu yang lain ya, ya tapi tetep ada hubungannya dengan makanan sih. Biar gak bosen isinya resep makanan aja.

Jadi begini, pernah gak sih kalian berpikir, kenapa tukang nasi goreng umumnya didominasi oleh laki², kalau pun ada yang perempuan hanya sebagai partner, cadangan atau sekedar menyiapkan minuman, adakah yang tahu alasannya?

Padahal kalau di rumah, ibu itu juga gak kalah lho buat nasi goreng. Malah kadang, nasi goreng ibu itu jadi favorite anggota keluarga. Meskipun ada juga ayah yang jago soal ini, tapi biasanya jarang.

Ilustrasi, pedagang nasi goreng keliling yang stay di tempat tertentu. Gambar diambil dari Google.

Mimin bertanya-tanya ketika sedang duduk melamun menunggu pesanan nasi goreng untuk makan malam di sebuah kedai nasi goreng pinggir jalan.

Beberapa alasan logis yang bisa menjawab ini. Oh ya, ini termasuk dengan tukang nasi goreng stay dan mobile ya, saya pukul sama keduanya, karena umumnya hampir sama.

# Menyoal gerobak, laki² dianggap lebih mampu untuk urusan fisik. Mendorong gerobak nasi goreng bukan perkara mudah, perlu tenaga ekstra. Bukan berarti perempuan gak bisa dorong, bisa juga, tetapi pernah lihat kah perempuan dorong gerobak nasi goreng? Sepertinya agak kurang pas saja perempuan melakukan ini. Itu kenapa, urusan begini laki² punya tanggung jawab lebih.

# Masih berhubungan dengan soal kekuatan, kembali lagi bukan berarti ini mengecilkan kekuatan perempuan. Justru diberbagai kedempatan perempuan juga very strong soal kuliner. Coba, yang menghandel bisnis katering umumnya perempuan dimana soal memasak dengan porsi besar, perempuan bisa melakukannya. Tapi soal memasak nasi goreng ini, juga perlu energi ekstra jika memasak dalam porsi besar karena pelanggan lebih banyak, jika memasak seporsi-seporsi maka akan memakan waktu. Untuk itu, tenaga laki² juga diperlukan untuk hal ini.

# Umumnya nasi goreng dijual pada malam hari. Nasi goreng merupakan menu kuliner yang pas jika dikonsumsi malam hari, lebih afdol saja. Meski gak menutup kemungkinan sarapan nasi goreng, tapi umumnya di hotel sebagai breakfast, menu nasi goreng jepang itu oke.

# Karena dijual malam hari, jika dijajakan oleh perempuan rawan untuk terjadinya tindakan kriminalitas, pelecehan seksual dll., mata lelaki di negara kita itu masih jahil dan selalu memanfaatkan kesempatan soal ini, sehingga kurang etis juga untuk perempuan menjual nasi goreng.

# Alasan lainnya adalah karena laki² adalah kepala keluarga hadi sudah selayaknya laki² bekerja mencari nafkah. Memang ada perempuan yang single parent dan berjuang sendiri, tetapi mereka memilih usaha di bidang lain.


Itu sih yang umum, yang bisa jadi reasonm akal. Untuk menjawab pertanyaan yang ada dijudul. Sebenarnya pertanyaan ini sudah banyak dipertanyakan orang, dan beberapa juga sudah banyak mengulas.

Mimin hanya me-reulas saja. Ayo, siapa yang mau merubah mainstream ini, atau membiarkan terjadi begini saja karena memang gak ada urgensinya juga melawan mainstream. Selamat makan nasi goreng. SSDK


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox