- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

Nyoba Buat Steak Seperti di Resto

Sudah lama mimin ingin mencoba masak steak sendiri, setelah beberapa kali makan steak ala restoran. Beberapa kali kesempatan mimin pernah memposting catatan tentang itu diblog mimin lainnya, linknya mimin share di bawah ya.




Baca juga: Makan Siang Enak

Sekarang ini pas insting memasak mimin sudah lahir, maka mimin beranikan diri belajar dari banyak sumber, baik tulis, video maupun pengalaman orang, how to cook steak. Now I try made in my self.

Mimin akan buat dua steak, yakni dimasak dengan bumbu jadi, yang sudah dijual di pasaran, dan lainnya adalah steak ala Chef Arnold. Mimin ingin tahu dimana bedanya dan lezatnya seperti apa, lalu bandingkan juga steak yang dimasak minim bumbu.

Penampakannya bisa dilihat didokumentasi yang mimin sajikan di bawah ya. Platingnya mimin jadikan satu, maklum ya gak ada tempat buat sajikan, dan kebetulan hasil karya mimin ini akan langsung diujikan ke 'juri'. Ini sekaligus men-challenge mimin yang baru main masak²an.

Bahan utamanya mimin ini pakai daging sapi has dalam, mimin beli di Superindo dengan harga Rp 298.950,- per kilogram. Sudah dipotong seperti layaknya potongan steak. Mimin beli 398 gram saja, dengan harga Rp 114.200,-. Agak mahal memang jika dibandingkan has luar. Bahan lainnya, yang mimin siapkan adalah sbb.:
# Buncis
# Kentang
# Wortel
# Bawang putih 1 siung saja
# Butter
# Minyak kanola
# Saus baberque McLewis Barbeque

Sayangnya kentangnya ditempatkan terpisah, jadi tak terfoto di sini, lupa sih saat menyajikan. Oh y, untuk yang steak sebelah kiri itu menggunakan saus baberque dan satu lagi menggunakan caranya yang Chef Arnold ajarkan di Youtube.

Steak Resto ala Chef Arnold
Steak yang mimin buat ini based cara yang Chef Arnold buat dichannel Youtubenya. Yang membedakan ya cara masak, bahannya, tapi over all based on video Chef Arnold itu. Cara masak jelas beda, dia chef dan mimin orang biasa. Lalu soal daging yang digunakan, chef menggunakan daging wagyu, sedangkan mimin menggunakan daging has dalam, lalu kemudian tambahan lainnya yang beda, mimin gak ada rosemerry.

Baiklah, berikut ini mimin bagikan catatan saya melalui blog ini, mimin tak bisa membuat video, tapi akan mimin share via catatan, ya semoga bisa mewakili apa yang terjadi.

Siapkan potongan dagingnya, lalu taburkan garam sama black paper, lalu diamkan beberapa saat.

Mimin siapkan buncis, wortel dan kentang. Dimana buncis mimin potong setengah jari, kemudian wortelnya karena dapat yang memanjang jadi mimin potong seperti cara potong sosis gitu. Untuk kentang kebetulan mimin bisa milih yang besar, jadi mimin potong memanjang seperti stik.

Bawang, wortel yang sudah dipotong, buncis dan kentang.

Sesudah itu, kentangnya disiapkan digoreng, ya seperti goreng kentang biasa lah ya. Di sini mimin goreng dengan minyak banyak, jadi kecelup semua kentangnya.

Untuk buncis dan wortelnya itu dimasak nanti setelah memanggang steaknya.

Setelah kentang selesai goreng, pindahkan ke tempat yang pas, sekalian meniriskan minyaknya. Kita siap² untuk panggang daging steaknya. Mimin di sini gunakan pan teflon buat bikin crepes, karena mimin cuma punya itu 😛.

Panaskan pan, kemudian tuang minyak kanola secukupnya, untuk membantu memanggang. Setelah dirasa cukup panas, masukan dagingnya lalu dipanggang. Oh ya, ambil bawang putih satu siung lalu geprek sama kulitnya ya. Panggang bawang bersama, lalu tambahkan butter. Setelah butter mencair gunakan butter yang mencair itu untuk menyiram si steak yang sedang kita panggang.

Bolak-balik daging steak sesuai selera, tapi dalam hal ini baiknya dimasak jangam terlalu matang, supaya tetap terjaga empuknya daging. Berikan garam dan blackpaper pada sisi daging yang belum terlumuri sewaktu marinasi di awal (karena hanya satu sisi daging yang termarinasi).

Jika sudah pas matangnya, lalu angkat dan taruh ditalenan, untuk persiapan saji.

Pan tadi masih ada minyak dan bawang lalu kemudian gunakan untuk menumis buncis dan wortel tadi, berikan sedikit black paper ya biar ada tekstur butir² gitu. Tumis hingga semua buncis dan wortel terlumuri minyak dipan tadi, supaya meresap juga ke dalamnya. Setelah cukup, lalu angkat, kemudian tata dipotongan steak tadi.

Kalau selera ya siram juga bumbu minyak tadi ke atasnya, jika tak ingin berminyak bisa tidak dilakukan. Sesuai selera saja ya.

Nah untuk steak ini tidak pakai saus apapun ya, hanya murni steak dan sayur pemanis dan kentang saja. Selesai sudah dan siap disantap.


Steak dengan Saus Barbeque
Nah kalau yang ini saya dapat cara dari teman saya. Jadi dia biasa membuat steak dengan cara ini. Jadi pertama si daging itu dicuci terlebih dahulu, lalu dimarinasi dengan bumbu baberque yang dijual di pasaran umum.

Setelah itu katanya didiamkan dulu 30 menit, supaya bumbu meresap. Sambil menunggu bisa menyiapkan kentang goreng, atau buncis atau sayuran lain yang diinginkan, seperti cara yang dilakukan di atas.

Di sini mimin pakai bumbu saus barbeque dari McLewis, kebetulan nyoba. Kemasan 310 gram harganya Rp 10.400,-.

Kira² kemasannya seperti ini, tapi mimin beli yang kemasan kecil untuk coba. Saat ini kurang sempurna, tapi mimin akan coba lagi dengan kreasi rekomendasi dari McLewis yang ada dikemasan, nanti kita buktikan hasilnya. Tunggu saja dipostingan berikutnya. Btw, ini bukan promosi, hanya sharing saja. Okay.

Siapkan pan teflon panas, lalu kemudian panggang daging steak tadi hingga kematangan yang diinginkan, kalau tadi mimin masak itu tidak terlalu matang, asal si daging terpanggang rata, sekalian menresapkan bumbu.

Jika sudah cukup matang, angkat daging steak lalu taruh ditalenan untuk dipotong sesuai selera, jika masih ada sisa saus yang tersisa dipan dan ada lemak minyak dari daging yang terpanggang itu bisa disiramkan ke steak tadi. Selesai.


Penampakannya seperti gambar di atas. Mimin gak foto closse up untuk steak² tersebut. Jadi ya minim dokumentasi, karena mimin sehabis masak langsung siap² antar hasil masakan untuk dicobakan.

Mungkin dilain waktu, saat memasak steak lagi mimin akan dokumentasikan lebih baik.

Soal rasa ya, mimin lebih suka yang natural steak ala Chef Arnold, bumbunya lebih sedep dan meresep. Ya karena mengandalkan minyak kanola dan butter juga, kemudian ada bawang putih geprek itu makin memberikan cita rasa berbeda pada daging steak.

Hmm, gurih, pokoke enak deh. Mimin jadi kepengen coba lagi, lagi dan lagi. Makan steak itu enak, ya wajar saja yang enak² itu harganya kan lebih mahal, apalagi urusannya sama daging, pasti mahal.

Oke kalau begitu, mimin sekiankan dulu catatan sharingnya, semoga bisa nambah khasanah permasakan di gaksukalapar.id ini, ini sumbangan dari mimin SSDK untuk gaksukalapar.id. SSDK.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox