- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

Hunting Duren di Wisata Masjid Cengho, Pandaan

Duren, hmm buat orang² yang tidak suka aromanya pasti bilang tidak enak, ueek. Tapi sebaliknya untuk yang doyan, ketika ada duren pasti senang sekali, bagi mereka mungkin seperti ada di surga duren #lebay.

Iya mimin ini kan stay di Pandaan sudah mau jalan tahun ketiga. Di daerah sini tepatnya di area wisata Masjid Ceng Hoo itu ada banyak mobil² bak terbuka yang menjajakan duren. Mereka tersebar di beberapa titik di area parkiran.

Ini dokumentasi suasana pagi di pelataran parkir kawasan wisata Cenghoo

Selama hampir tiga tahun di sini mimin tidak pernah nyicipin duren di sini. Nah baru semalam mimin coba kuliner ke sini, memanfaatkan rejeki THR hari raya. Kebetulan ibu mimin lagi main ke sini, jadi sekalian ajak kuliner duren.

Kalau flashback ke belakang, mimin terakhir makan duren itu paling dekat ya di kantor Jakarta dulu, ketika dibawain duren Kalimantan. Ini yang mimin maksud adalah makan duren langsung dari buahnya, bukan duren yang frozen atau duren yang dies duren, itu mimin anggap beda sensasinya.

Duren bagi keluarga mimin jaman dulu merupakan barang mahal. Dulu hanya saat² tertentu ayah mimin ada rejeki, beliau bawa beberapa butir duren, diikatkan di bawah sepeda motornya, gantung gitu di atas footstep belakang.

Masa itu makan duren diirit-irit, karena isinya terbatas jadi tiap kali makan tidak pernah puas, ditambah lagi tidak semua daging buahnya manis, ada yang flat. Pokonya selalu tidak pernah puas kalau makan duren jaman dulu.

Ini dokumentasi ketika lagi milih² dan nawar², kuncinya harus bisa nawar

Nah semalam mimin sama ibu kuliner, hunting duren. Gak banyak yang kami beli, hanya sebutir ukuran sedang tapi isinya buanyak, makan berdua saja sudah cukup puas membayar dahaga kangen duren makan dari buahnya.

Mereka itu jual duren Rp 100.000,- untuk 3 butir duren ukuran kecil, Rp 75.000,- untuk duren ukuran sedang. Kebetulan duren yang kami pilih itu ukuran sedang, ya nawar juga sih, akhirnya dapat sebutir ukuran sedang Rp 50.000,- saja.

Sekedar informasi, duren ini merupakan duren lokal, dari daerah Pasuruan, merupakan stekan dari duren montong. Jadi bentuknya mirip durian montong hanya lebih kecil ukurannya. Daging buahnya itu relatif tebal walau bijinya bervariasi ada yang besar dan ada yang kecil, ya namanya juga stekan. Makanya bisa dijual harga lebih murah.

Ini ibu mimin lagi santap duren, puas hanya sebutir tapi isinya banyak sekali lho. Sebutir buat dua orang saja pas sekali, gak kurang dan gak lebih.

Nah ini ada tipsnya ya, kalau mau kuliner duren. Disarankan itu makan di tempat saja, karena gini, kebanyakan orang kecewa beli duren dibawa pulang itu gak manis, sepet atau flat rasanya. Nah, kalau kepengen makan duren puas ya makan di tempat saja, karena ada garansi, gak manis tuker yang lain sampai manis. Ini yang jadi garansi dan kita dijamin puas, karena penjual gak mau rugi, pasti memilihkan yang terbaik.

Duren yang dijual di daerah sini itu kebanyakan duren lokal, kalau yang montong ada juga tapi memang gak banyak, dan gak semua penjual juga punya, kebanyakan duren lokal Pasuruan seperti yang saya sebut di atas.

Hampir tiap hari selalu ramai di tempat ini, banyak orang hunting duren dari mana² untuk jajan duren di daerah sini.

Mimin lupa ambil dokumentasi pas lagi bedah durennya, soalnya pas liat itu duren udah dibelah, langsung saja disantap. Enaknya duren di sini, isinya banyak, meski buahnya gak terlalu besar isi dagingnya banyak, cukup tebal lah ya. Memang beda dengan duren sewaktu jaman saya kecil makan dibawa ayah saya.

Ya segitu saja deh sharing mimin soal hunting duren, oh ya tips nya itu yang dicetak tebal ya. Ingat, kalau mau enak dan puas makan duren, makanlah di tempat orangnya berjualan, karena kita cukup tinggal santap, tanpa repot buka durennya. Sampai jumpa dipostingan mimin yang lainnya ya. SSDK

1 komentar:

  1. Lagi², pedagang durian nakal di Cheng Ho berulah, ada pengunjung yang datang membeli sejumlah duren, 5 butir duren semuanya tidak bisa dimakan sama sekali, dari bosok dan kosong. Miris, entah apa maksud dari pedagang duren di sana, mereka mau membunuh mata pencaharian mereka sendiri #gila

    BalasHapus

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox