- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

Mengenal Jengkol, Sahabat Petai

Jengkol, salah satu bahan makanan yang gak asing bagi warga ibukota DKI Jakarta, dimana lauk jengkol sering jadi makanan sehari-hari. Apa itu? Semur jengkol, adalah menu makanan gak asing bagi warga Betawi.

Lain di Betawi sana, di tanah Pasundan, jengkol dikenal dengan istilah 'ati maung' atau hati macan. Di sana jengkol diolah menjadi balado, hingga gulai.

Tetapi sejak mimin di Jawa Timur, tepatnya di Pandaan, nama jengkol agak asing sih ditelinga teman² mimin, bahkan jarang dari mereka pernah memakannya.

Kalau saudaranya, petai hampir semua orang di Indonesia kenal sama bahan makanan satu itu. Mimin pernah mencoba membahas tentang petai dipostingan yang lalu di blog ini. Kali ini mimin mencoba mengenalkan jengkol, yang mimin bilang di sini sebagai 'sahabat' dari petai.

Gambar di atas merupakan gambar jengkol, kalau dilihat sepintas seperti pancake. Gambar diambil dari Google.

Tahukah, jika jengkol yang kita kenal punya nama lain yaitu 'jering'. Hmm bukan nama salah satu anggota grup band SID yang sempat kena kasus beberapa waktu yang lalu ya.

Jengkol merupakan buah dari tanaman suku polong-polongan. Merupakan tumbuhan khas dari kawasan Asia Tenggara. Jadi jangan heran jika jengkol banyak ditemukan di negara² seperti Malaysia (disebut jering), di Myanmar (disebut da nyin thee), di Thailand (disebut luk-neang).

Bagi yang belum tahu jengkol, buahnya ini berbentuk gepeng berbelit, membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah jengkol ini mempunyai kulit air yang tipis dengan warna coklat mengkilap.

Sifat buah jengkol ini keras ketika sebelum diolah, punya rasa pahit. Tapi empuk setelah direbus dan agak liat ketika setelah digoreng.

Kulit bijinya mempunyai getah, dimana getah ini jika memgenai bahan tekstil atau kain, membuat noda dan noda itu sulit untuk dihilangkan. Semakin tua, warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau cokelat setelah benar-benar matang.

Semakin tua bijinya akan berwarna kekuningan hingga akhirnya berwarna kemerahan atau coklat saat sudah benar² matang.

Jengkol dikenal mempunyai aroma yang khas (tidak sedap) jika setelah diproses dalam pencernaan tubuh. Baunya akan makin keras ketika dikonsumsi segar, tanpa diolah terlebih dahulu.

Tumbuhan jengkol di alam punya manfaat yang baik bagi ekosistem, karena punya peran menyerap air tanah yang tinggi, sehingga cocok ditanam untuk pelaksanaan konservasi tanah di suatu tempat.

Jengkol mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi, dalam 100 gram , mengandung karbohidrat 25,67 gr, serat pangan 1,76 gr, lemak 1,45 gr, protein 14,19 gr.


Meski bisa dikonsumsi, kita harus hati² dengan jengkol, karena biji jengkol itu juga punya racun lho, meski sedikit, dia adalah asam jengkol, sejenis asam amino yang dapat menyebabkan 'djenkolism' atau keracunan biji jengkol. Gejalanya kejang otot hingga bisa menyebabkan gagal ginjal. #seremjuga

Mengkonsumsi jengkol terlalu banyak juga membuat potensi pengkristalan di saluran urin. Nah, jadi meski enak, jangan makan terlalu banyak ya, secukupnya saja. Penyebabnya ya asam jengkolat tadi, yang mana sulit untuk larut dalam air yang ber-pH asam.

Beberapa artikel yang membahas tentang jengkol, tetap menuliskan manfaat dari mengkonsumsi jengkol. Meski begitu, catatan tadi di atas, membuat kita tetap harus berhati-hati dalam mengkonsumsinya, jangan terlalu banyak, catat itu.

Keracunan akibat jengkol itu tergantung daya tahan tubuhnya, terutama bukan karena usia biji jengkol yang belum memenuhi syarat konsumsi atau jumlah jengkol yang dikonsumsi atau bahkan tidak terpengaruh dengan cara masak.

Berikut ini beberapa manfaat dari mengkonsumsi jengkol, dari yang sekiranya masuk akal dan logika, dan yang benar² ilmiah. Monggo disimak:

# Mencegah anemia, karena zat besi yang terkandung di dalamnya mampu membantu mengikat hemoglobin dalam darah.

# Penangkal radikal bebas, karena didalam jengkol mengandung beberapa vitamin seperti vitamin A, B1, B2 dan C. Gabungan senyawa vitamin A dan B ini menjadi antioksidan yang baik untuk tubuh.

# Menguatkan tulang dan gigi, itu dikarenakan khasiat kandungan kalsium dan fosfor pada jengkol.

# Mencegah penyakit jantung, dikarenakan kandungan vitamin dan mineral pada jengkol yang melancarkan peredaran darah dan melonggarkan pembuluh darah.

# Melancarkan BAB, kandungan serat yang cukup pada jengkol akan mempermudah proses BAB. Tapi jangan shock jika setelah makan jengkol, ada aroma khas.

# Mencegah diabetes, manfaat ini diperoleh dari senyawa asam jengkolat yang terkandung pada jengkol. Dimana gula yang terkandung dalam jengkol ini aman untuk penderita diabetes. Gula pada jengkol mudah diurai tubuh. Namun hati², jika punya masalah ginjal, jangan coba mengkonsumsi jengkol karena justru akan memperparah penyakit ginjalnya.

# Ada hal menarik, ini merupakan hasil penelitian dari Jurnal UIN Suska Riau, bahwa air ekstrak kulit buah jengkol dapat digunakan sebagai larvasida untuk membasmi larva nyamuk demam berdarah lho.

# Mengatasi masalah kelaparan. Tentunya jika perut lapar, ada semur jengkol dan nasi putih hangat, itu membantu asupan makanan untuk tubuh, sehingga terhindar dari kelaparan atau malah sakit maag jika terlalu terlambat makan.

Begitulah kira² pembahasan terkait 'sahabat' dari petai. Semoga bisa menambah pengetahuan sobat gaksukalapar.id semua. Sampai jumpa dipostingan berikutnya. SSDK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox