- makan untuk hidup, tapi hidup bukan untuk makan saja -

[Why] Kangkung Jarang Pernah Disajikan dalam Menu di RS

Pernahkah kalian bertanya, kenapa menu tumis kangkung jarang disajikan didalam menu makan di rumah sakit? 

🔖 Apa karena katanya kangkung bikin ngantukan? 

🔖 Apa karena di kangkung sering ada ulatnya yang bersembunyi dibalik/didalam batangnya? 

🔖 Apa kangkung yang ada di pasar itu tidak higienis, dimana terkadang ditanam di lahan dengan pengairan yang gak baik? 

🔖 Ataukah ada alasan lain yang membuatnya (baca: kangkung) tidak jadi opsi lauk di menu makanan di rumah sakit? 

Ilustrasi dibantu by Gemini 

Secara kandungan, kangkung dipercaya punya kandungan vitamin A, beta karoten, vitamin C, kandungan serat yang cukup tinggi, ada pula kandungan kalium dan magnesium, serta antioksidan yang cukup. Namun kenapa kandungan gizi yang cukup itu tidak membuatnya jadi pilihan terbaik lauk di rumah sakit? 

Jadi ada beberapa pertimbangannya soal kontaminasi. Memang potensi kontaminasi ada, karena kangkung air misalnya, jika ditanam di lahan air yang terkontaminasi bakteri maka akan membuat kontaminasi di kangkung itu sendiri. Kangkung air yang tumbuh di perairan kotor berisiko menjadi inang bagi parasit atau larva cacing, salah satunya cacing trematoda usus. Jika tidak dimasak benar-benar matang sempurna, parasit ini bisa masuk ke saluran pencernaan manusia dan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Alasan lainnya, katanya kangkung tidak jadi pilihan, juga sayuran hijau lainnya, tidak dipilih oleh karena kandungan purinnya. Meski ini juga bukan alasan utama kenapa kangkung jarang disajikan jadi menu makanan di rumah sakit. Sebenarnya kangkung memiliki kandungan purin (masuk dalam kategori sedang, sekitar 9–100 mg per 100 gram), jumlah ini sebenarnya masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood (kerang, udang), atau daging merah. 
Sayuran berdaun punya kandungan purin yang cukup tinggi. Kemudian juga kandungan oksalat dan nitrat pada sayuran berdaun juga menjadi pertimbangan pembatasan konsumsi bagi pasien rawat inap.

Meski begitu alasan kangkung tidak dipilih karena kandungan purin sebenarnya hanya mitos saja. Alasan utamanya murni karena faktor keamanan pangan (mikrobiologis) dan kondisi fisik pasien.

Purin adalah senyawa alami yang menjadi bagian dari bahan pembentuk DNA dan RNA di dalam sel semua makhluk hidup. Jadi hampir semua makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan pasti punya purin, hanya kadarnya berbeda-beda.
Ilustrasi dibantu disiapkan by Gemini

Selain itu, terkait efisiensi dalam hal pengolahan, dimana sayuran itu ketika diterima harus langsung diolah, jika tidak maka kandungan sayuran itu tidak akan bermanfaat banyak. Alasan lainnya sayuran berdaun (termasuk kangkung) mengalami penyusutan volume signifikan setelah dimasak sehingga kurang ideal saat penyajian.

Kandungan serat yang tinggi bagi yang sedang diet rendah residu dan gangguan lambung pada pasien pasca operasi perlu dihindari. 

Opsi ahli gizi rumah sakit lebih memilih wortel, buncis, labu, bayam dan brokoli yang lebih mudah dikontrol kualitasnya. 

Iya setidaknya dengan informasi ini bisa menambah pemahaman, karena kadang kita bisa salah informasi, karena selama ini diketahui alasannya adalah purin, padahal tidak sepenuhnya demikian, karena semua bisa disesuaikan dan dikondisikan. Karena selama ini saya sering bertanya 'why', tapi setidaknya sekarang saya tahu sedikit jawabannya. -cpr

#onedayonepost
#why
#kangkung
#bahanmakanan
#sayuran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini tempat untuk berinteraksi, ketika ada ide yang lain atau sumbang saran, di sini tempatnya. Salam kenal sebelumnya :)

Adbox